KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Sektor pertambangan menghijau di tengah sektor-sektor lain yang tengah terkoreksi. Pada perdagangan Senin (6/1), sektor pertambangan menguat hingga 0,58 poin atau setara 0,68% ke level 1.559,05. Sejak awal tahun 2020, sektor ini juga tercatat menguat hingga 0,67%. 

Analis Jasa Utama Capital Sekuritas Chris Apriliony mengatakan, pertumbuhan yang terjadi pada sektor pertambangan didorong oleh harga komoditas. Jika harga komoditas naik maka kemungkinan besar harga saham sektor tambang juga naik. Untuk penguatan Senin lalu, komoditas emas dan minyak mentah yang harganya meroket menjadi penopangnya. 

“Ini membuat saham-saham perusahaan tambang terutama minyak dan emas juga mengalami kenaikan,” kata Chris ketika dihubungi Kontan.co.id, Selasa (7/1)

BERGABUNG MENJADI IB BERSAMA FXGIANTS, Apa itu IB ? klik disini.
DAFTAR AFILIASI KEUNTUNGAN PASTI, Apa itu Afiliasi ? klik disini.

Adapun penguatan yang terjadi terhadap kedua komoditas ini dipicu oleh ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran. Selama ketegangan kedua negara tersebut masih berlanjut dan kondisi ekonomi global masih dalam ketidakpastian, Chris memperkirakan minyak dan emas berpotensi terus melesat. 

Melihat kondisi ini, investor direkomendasikan memiliki portofolio pada perusahaan emas. Chris merekomendasikan beli untuk saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) dengan target harga Rp 1.100, PT Medco Energi INternational Tbk (MEDC) dengan target Rp 1.200, dan PT United Tractors Tbk (UNTR) dengan target harga Rp 24.000.

Sumber : https://investasi.kontan.co.id/news/harga-komoditas-meroket-ini-saham-saham-rekomendasi-analis